BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 April 2010

Islam memuliakan Perempuan

Sebelum Islam datang, bangsa Arab memperlakukan perempuan sebagai manusia yang bernilai rendah. Kaum perempuan saat itu dianggap sebagai harta benda yang bisa diwarisi. Jika seorang suami meninggal maka walinya berhak terhadap istrinya. Wali tersebut berhak menikahi si istri tanpa mahar, atau menikahkannya dengan lelaki lain dan maharnya diambil oleh si wali, atau bahkan menghalang-halanginya untuk menikah lagi.

Bayi perempuan dianggap sebagai aib, sehingga orang Arab Jahiliyyah mengubur hidup-hidup bayi perempuan yang baru lahir. Namun Rasulullah saw. datang membawa risalah Islam untuk melenyapkan semua bentuk kezaliman tersebut dan mengembalikan hak-hak kaum perempuan.
Tindakan yang memeras dan mengebiri hak-hak kaum perempuan, semua dihapus. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam QS. an-Nisa’ ayat 19:
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Rasulullah saw. juga bersabda:
“Barangsiapa yang memiliki anak perempuan, dan ia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak cenderung kepada nank laki-lakinya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”
Islam juga menetapkan bagaimana seorang suami harus memperlakukan istrinya, Rasulullah saw. bersabda:
“Wahai manusia, memang benar kalian memiliki hak atas istri kalian, tapi mereka juga punya hak atas kalian. Ingatlah, bahwa kalian telah mengambil mereka sebagai istri atas kepercayaan dan izin Allah. Jika mereka taat, maka mereka berhak diberi nafkah dan pakaian serta kebaikan. Baik-baiklah kepada mereka, karena mereka adalah pasangan dan penolong kalian.”
Penghargaan tinggi atas tugas-tugas perempuan sebagai ibu dan kepala rumah tangga juga diberikan Islam.
Nabi saw. bersabda:
“Pada masa kehamilan hingga persalinan, dan hingga berakhirnya maasa menyusui, seorang perempuan mendapatkan pahala yang setara dengan pahalanya orang yang menjaga perbatasan Islam.” (HR. Thabrani)
Nabi saw. juga pernah bersabda:
“Ketika seorang perempuan menyusui anaknya, untuk setiap tegukan itu ia akan mendapatkan pahala seolah-olah ia baru dilahirkan sebagai seorang manusia, dan ketika ia menyapih anaknya, para malaikat menepuk punggungnya sambil berkata, ‘Selamat! Semua dosa-dosamu yang telah lalu telah diampuni, kini semuanya berjalan dari awal lagi’.” (Raiyadhu as-Salihin)

Rabu, 17 Maret 2010

Indonesia Rugi,, Amerika Untung 10 kali lipat

Dalam hitungan hari Obama akan datang ke negeri ini. Menurut Pengamat Kebijakan Publik Ichsanoodin Noorsy kedatangan Presiden AS itu untuk melanjutkan hegemoni bisnis mereka selama ini.

Kedudukan Indonesia dan Amerika saat ini jelas tidak setara. Karena faktanya Indonesia tidak lebih dari negara satelit negeri Paman Sam tersebut. Amerika mendominasi dan meraup banyak untung dari Indonesia.

Setidaknya dilihat dari kerjasama ekonomi saja, prinsip modal sekecil-kecilnya dengan keuntungan sebesar-besarnya benar-benar dipegang teguh Amerika. Maka tidak aneh tingkat keuntungan yang diperoleh AS terhadap Indonesia adalah 10 kali lipat. Jadi kalau Amerika melakukan investasi satu dollar, maka ia peroleh 10 dollar, kalau 10 berarti dapat 100 dollar.

“Tidak sebanding dengan keuntungan kita, Indonesia menanggung rugi, sedangkan AS untung 10 kali lipat!” ungkap Pengamat Kebijakan Publik Ichsanudin Noorsy dalam talkshow Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-18, Selasa (16/3) di Wisma Antara, Jakarta.

Lebih lanjut Noorsy menjelaskan meskipun perusahaan multi nasional Amerika menyerap banyak tenaga kerja Indonesia, tetap saja keuntungan Indonesia yang hanya sebagai buruh dengan Amerika sebagai tuan, tetap tidak merubah posisi dan keuntungan yang diperoleh kedua negara tersebut.

Senada dengan Noorsy, Jubir Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto pun menyatakan bahwa kedatangan Obama tidak lepas dari kepentingan ekonomi AS. Ismail pun menjelaskan kaum Muslim Indonesia harus menolak kedatangan Obama, lantaran secara akidah posisi AS adalah kafir harbi fi’lan, melakukan permusuhan terhadap Islam secara terbuka.

Pembantaian jutaan kaum Muslimin di Irak dan Afghanistan terus dilakukan hingga hari ini, ditambah lagi penambahan 30 ribu pasukan AS untuk menginvasi Muslim Taliban terjadi ketika Obama berkuasa!. ”Pembantaian itu terus berlangsung,” tegas Ismail di hadapan sekitar 300 peserta yang menyimak.

Konstitusi yang ada di Indonesia sesungguhnya bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. ”Dalam konstitusi jelas-jelas kalau Indonesia pro kepada perdamaian dunia, tapi secara diplomatik kita masih bermesraan dengan negara penjajah AS,” pungkasnya.

Pada talksshow yang bertema: “Menolak Obama, Menyingkap Kejahatan Amerika dan Misi Dibalik Lawatan Obama” tersebut turut hadir pula sebagai pembicara mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Tyasno Sudarto dan Politisi Partai Amanat Nasional Abdillah Toha.[] helmy akbar